DORTMUND, BULLETIN – Borussia Dortmund memulai perjalanan mereka di Liga Champions UEFA 2026/2027 dengan kemenangan dramatis, menundukkan Villarreal 3-2 di kandang. Pertandingan ini diwarnai perubahan momentum hingga menit-menit akhir, dengan Serhou Guirassy menjadi pusat drama.
Penyerang asal Guinea ini sempat menjalani pertandingan ke-100 bersama Dortmund dengan frustrasi, namun kemudian berubah menjadi penentu kemenangan. Guirassy mencetak dua gol dalam rentang tiga menit, tetapi kemudian justru membuat laga kembali menegangkan setelah mencetak gol bunuh diri.
Dortmund sebenarnya beruntung bisa memasuki babak pertama tanpa kebobolan, karena Villarreal tampil lebih mengancam dan beberapa kali mendapatkan peluang emas. Georges Mikautadze gagal memanfaatkan kesempatan dari jarak dekat, sementara Tajon Buchanan memaksa kiper Dortmund Gregor Kobel melakukan penyelamatan penting.
Tekanan Villarreal berlanjut setelah turun minum. Namun, justru Dortmund yang membuka keunggulan pada menit ke-53 melalui gol bunuh diri Renato Veiga. Bek Villarreal itu secara tidak sengaja membelokkan umpan Maximilian Beier ke arah gawangnya sendiri.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Pada menit ke-67, Santiago Mourino menyamakan kedudukan untuk Villarreal melalui sundulan di tiang dekat. Gol tersebut datang hanya beberapa detik setelah Kobel mendapatkan perawatan dan membuat Dortmund kembali berada dalam tekanan.
Kobel kemudian menebus kesalahannya dengan melakukan penyelamatan penting. Satu menit setelah gol penyama kedudukan, kiper Dortmund itu menggagalkan tembakan keras Buchanan yang mengarah ke gawang. Pertandingan kemudian memasuki fase yang semakin terbuka.
Di tengah situasi tersebut, Guirassy akhirnya muncul. Menit ke-80 menjadi titik balik. Guirassy menyelesaikan umpan Fabio Silva di depan gawang dan membawa Dortmund kembali unggul 2-1.
Gol itu memiliki arti lebih dari sekadar mengubah skor. Setelah melewati sebagian besar pertandingan dengan kesulitan menciptakan peluang, Guirassy akhirnya memberikan jawaban pada laga yang sekaligus menandai penampilan ke-100 bersama Dortmund. Tidak berhenti di sana, Guirassy kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.
Ia dijatuhkan Mourino saat situasi sepak pojok dan wasit menunjuk titik penalti. Guirassy mengambil tanggung jawab tersebut dan mengeksekusinya dengan sempurna untuk membuat Dortmund unggul 3-1. Gol itu menjadi gol ke-64 Guirassy untuk Dortmund.
Produktivitasnya di Liga Champions juga menunjukkan betapa pentingnya sang striker bagi Dortmund. Sejak awal musim 2024/2025, Guirassy telah terlibat langsung dalam 26 gol dari 25 penampilan di Liga Champions. Catatan tersebut hanya kalah dari Erling Haaland dalam periode yang sama, menurut data UEFA.
Namun, Guirassy belum benar-benar selesai menjadi pusat drama. Pada masa injury time, Villarreal memperoleh harapan setelah penyelamatan Kobel justru memantul mengenai wajah Guirassy dan masuk ke gawang Dortmund. Gol bunuh diri tersebut mengubah skor menjadi 3-2 dan membuat beberapa menit terakhir kembali penuh tekanan.
Villarreal bahkan hampir menyamakan kedudukan pada menit kelima injury time. Upaya Veiga dari jarak dekat mengenai defleksi dan melebar dari sasaran. Dortmund akhirnya bertahan hingga peluit panjang.
Kemenangan 3-2 tersebut memperlihatkan dua wajah Dortmund. Di satu sisi, mereka masih memberikan ruang bagi Villarreal untuk menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Di sisi lain, Dortmund memiliki pemain yang mampu menentukan pertandingan ketika tekanan berada pada titik tertinggi.
Guirassy menjadi gambaran paling jelas dari pertandingan tersebut. Ia memulai laga dengan frustrasi, kemudian menjadi pencetak dua gol yang membawa Dortmund menjauh, sebelum gol bunuh dirinya membuat kemenangan kembali berada dalam ancaman. Pada akhirnya, bukan penampilan yang sempurna yang membawa Dortmund meraih tiga poin. Melainkan kemampuan untuk bertahan dari tekanan dan menemukan momen penentu ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Bagi Dortmund, kemenangan ini menjadi modal penting dalam membuka kampanye Liga Champions. Sementara bagi Guirassy, malam tersebut menjadi pertandingan ke-100 yang sulit dilupakan: dua gol sebagai penentu kemenangan, satu gol bunuh diri, dan satu pesan kuat bahwa dirinya tetap menjadi salah satu senjata utama Dortmund di panggung Eropa.






