Banjir Rendam Kota Padang, 2.033 Warga Berhasil Dievakuasi SAR

  • Whatsapp
banjir padang warga dievakuasi

PADANG, BULLETIN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) siang menciptakan banjir besar-besaran. Air meluap dengan ketinggian mencapai dua meter memaksa lebih dari 2.000 warga meninggalkan rumah mereka. Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang berhasil mengevakuasi 2.033 warga dari empat kecamatan terdampak hingga Selasa (4/8/2026) pukul 01.30 WIB, membuktikan respons cepat dalam situasi banjir padang yang darurat.

Pusdalops Kota Padang mencatat banjir mulai terdeteksi pada Senin (3/8/2026) pukul 13.55 WIB. Respons tim penyelamatan langsung dilakukan dengan mengerahkan 78 personel pada pukul 14.12 WIB dan tiba di lokasi sekira pukul 14.45 WIB. Kecepatan mobilisasi ini menjadi kunci dalam operasi banjir padang yang melibatkan koordinasi antar unsur SAR gabungan untuk memetakan wilayah terdampak dan menentukan prioritas evakuasi.

Untuk mengoptimalkan penanganan banjir padang, personel SAR dibagi ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) yang tersebar di beberapa kawasan. Strategi ini memungkinkan tim fokus pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang terjebak akibat tingginya genangan air.

Kecamatan Nanggalo mencatat dampak terbesar dari banjir padang dengan 1.544 warga terdampak. Kampung Lapai menjadi lokasi dengan jumlah paling banyak yakni 1.057 orang, disusul Kurao Pagang 300 orang, Surau Gadang 106 orang, serta Tabing Banda Gadang 81 orang. Data ini menunjukkan konsentrasi banjir padang yang parah di kawasan tersebut.

Selain Nanggalo, Kecamatan Koto Tangah juga terdampak banjir padang dengan 280 warga yang tersebar di Aia Pacah (239 orang) dan Dadok Tunggul Hitam (41 orang). Kecamatan Kuranji mencatat 163 warga terdampak, sementara Kecamatan Padang Utara mencatat 46 warga terdampak yang tersebar di tujuh wilayah berbeda.

Berita Pilihan :  Jet Tempur F-35B AS Jatuh di California, Pilot Selamat dari Insiden Serius

Proses evakuasi dalam operasi banjir padang berlangsung di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Setelah penyelamatan utama selesai, tim melanjutkan siaga dan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan ekstrem masih dapat terjadi. Warga di kawasan rawan banjir padang diminta mengikuti arahan petugas dan segera melapor apabila menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.

Peristiwa banjir padang ini menjadi pengingat bahwa curah hujan ekstrem di kawasan perkotaan tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga menguji kesiapan sistem mitigasi bencana dan respons cepat seluruh unsur penanganan darurat. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang bersama unsur terkait memastikan operasi pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Pos terkait