JAKARTA, BULLETIN – Target penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun depan diperkirakan berkurang sekitar 6 juta orang. Penurunan ini disebabkan adanya Data Ganda Makan Bergizi Gratis yang teridentifikasi setelah pemutakhiran data lintas kementerian. Pengurangan jumlah ini bertujuan untuk memastikan program lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan bahwa pengurangan tersebut bukan karena jumlah sasaran program yang menurun, melainkan hasil dari sinkronisasi data antar kementerian. Penemuan Data Ganda Makan Bergizi Gratis ini mengindikasikan adanya duplikasi identitas penerima manfaat yang perlu dirapikan.
Sudaryono mencontohkan, kasus Data Ganda Makan Bergizi Gratis sering terjadi ketika seorang anak tercatat sebagai siswa madrasah dalam data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, pada saat yang sama, anak tersebut juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren di bawah Kementerian Agama.
“Kita rapikan semua agar tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali,” kata Sudaryono, menjelaskan upaya penertiban Data Ganda Makan Bergizi Gratis yang dilakukan pemerintah.
Melalui proses sinkronisasi dan pembersihan Data Ganda Makan Bergizi Gratis ini, pemerintah optimis Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi lebih efektif. Hal ini juga mencegah pembengkakan jumlah penerima manfaat akibat duplikasi identitas yang sebelumnya mungkin terjadi.






