Prabowo Janjikan Promosi Pangdam-Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas

  • Whatsapp
Promosi Pangdam Kapolda Riau
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr).

PEKANBARU, BULLETIN – Presiden Prabowo Subianto memberikan insentif sekaligus tantangan kepada jajaran TNI dan Polri di Riau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dijanjikan promosi jabatan apabila mampu menuntaskan penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Janji promosi jabatan kepada Pangdam dan Kapolda Riau itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (24/08/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo terlebih dahulu menanyakan masa tugas Agus dan Herry. Keduanya menyampaikan telah menjalankan tugas masing-masing selama sekitar satu tahun dan 17 bulan.

Prabowo kemudian meminta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempertimbangkan promosi bagi keduanya. Kinerja Pangdam dan Kapolda Riau sangat dinantikan untuk menangani karhutla. Ini menjadi tolok ukur keseriusan mereka.

“Coba cari jabatan-jabatan supaya mereka bisa naik (jabatan),” kata Prabowo.

Namun, apresiasi tersebut bukan diberikan tanpa syarat. Presiden menegaskan pekerjaan penanganan karhutla harus diselesaikan terlebih dahulu, khususnya terhadap sekitar 900 hektare lahan yang masih terbakar di Riau. Penanganan karhutla ini menjadi prioritas utama. Promosi Pangdam Kapolda Riau akan diwujudkan jika tugas ini tuntas.

“Selesai dulu kalau 900 kosong. Kita sekarang ini harus menghormati kerja keras,” ujarnya, dikutip dario Tirtoid.

Pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dipandang sebagai tugas rutin, tetapi juga menjadi ukuran kinerja aparat di lapangan. Presiden menegaskan dirinya akan memberikan penghargaan kepada jajaran yang menunjukkan kinerja baik. Sebaliknya, ia mengaku tidak akan ragu memberikan teguran apabila penanganan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Promosi Pangdam Kapolda Riau akan menjadi bukti keberhasilan.

Berita Pilihan :  PT Vale Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

“Kalau enggak beres, aku juga bicaranya juga ketus. Tapi, kalau bagus, saya bicara bagus,” kata Prabowo.

Sikap tersebut menempatkan penyelesaian titik-titik api sebagai prioritas utama. Apalagi karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, serta menimbulkan kabut asap lintas wilayah. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla.

Di tengah upaya memadamkan api, TNI menyiapkan strategi untuk menjangkau lokasi karhutla yang sulit diakses melalui jalur darat. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan pihaknya telah membentuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Ini merupakan inisiatif proaktif dalam penanganan karhutla.

Pasukan tersebut diperkuat personel yang memiliki kemampuan terjun bebas atau freefall. Mereka disiapkan untuk diterjunkan ke wilayah tertentu apabila kondisi medan membuat upaya pemadaman melalui jalur darat sulit dilakukan. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla. Hal ini menjadi salah satu upaya yang mendukung promosi Pangdam Kapolda Riau.

“Kami sudah siapkan penerjun-penerjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” kata Agus.

Strategi tersebut menjadi salah satu opsi untuk mempercepat respons terhadap titik api yang berada di lokasi terpencil atau sulit dijangkau. Dengan masih adanya sekitar 900 hektare lahan yang harus ditangani, pemerintah pusat menempatkan kecepatan dan efektivitas pemadaman sebagai pekerjaan mendesak. Pesan Prabowo sangat jelas bagi jajaran di lapangan: sebelum berbicara mengenai promosi jabatan, api harus lebih dulu dipadamkan. Kinerja dalam menghadapi karhutla kini bukan hanya soal keberhasilan operasi, tetapi juga menjadi tolok ukur langsung terhadap kepemimpinan aparat di daerah.

sumber : tirtoid

Pos terkait