Opsi Baru Lini Tengah Indonesia ,Gelandangan Berdarah Maluku Mitchell van Rooijen Siap Bela Indonesia?

  • Whatsapp

JAKARTA, BULLETIN – Nama Mitchell van Rooijen kembali mencuat dalam bursa pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia. Gelandang berdarah Maluku dan Papua ini memiliki rekam jejak menarik di sepak bola Belanda, namun kini ia berstatus tanpa klub setelah kontraknya dengan TOP Oss berakhir pada 30 Juni 2026.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan kariernya dan peluangnya untuk benar-benar menjadi bagian dari skuad Garuda. Mitchell van Rooijen sendiri pernah mengungkapkan keinginannya untuk membela Timnas Indonesia dalam sebuah wawancara pada tahun 2023.

Mitchell van Rooijen lahir di Utrecht, Belanda, pada 22 Desember 1998. Dengan tinggi 1,78 meter, ia dikenal sebagai gelandang tengah yang juga mampu bermain di sisi kanan lapangan dan mahir menggunakan kedua kakinya. Profil dan pengalamannya membuatnya menjadi figur yang menarik untuk dibahas terkait potensi di Timnas Indonesia.

Koneksi Mitchell van Rooijen dengan Indonesia berasal dari ibunya. Dalam wawancara dengan kumparan pada tahun 2023, ia menjelaskan bahwa sang ibu memiliki darah Maluku (Seram) dan Papua (Jayapura). “Ibu saya setengah Maluku (Seram) dan setengah Papua (Jayapura),” kata Mitchell van Rooijen saat itu.

Latar belakang ini membuat Mitchell van Rooijen memiliki ikatan kuat dengan Indonesia. Ia bahkan secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memperkuat Timnas Indonesia, bukan hanya demi karier sepak bola, tetapi juga untuk membanggakan keluarganya. Ia melihat potensi besar dalam Timnas Indonesia yang terus berkembang.

Mitchell van Rooijen pernah menjadi bagian dari tim nasional kelompok usia Belanda, mulai dari U-16 hingga U-20. Ia mengoleksi empat penampilan untuk timnas U-20 Belanda, menunjukkan pengalamannya di kancah internasional junior. Pengalaman ini menambah daya tarik Mitchell van Rooijen sebagai pemain potensial untuk Timnas Indonesia.

Sebelum berstatus tanpa klub, Mitchell van Rooijen menghabiskan dua musim bersama TOP Oss. Ia juga pernah memperkuat klub-klub seperti FC Utrecht, Excelsior (pinjaman), dan VVV-Venlo. Pada musim 2025/2026, ia tampil dalam 14 pertandingan Eerste Divisie bersama TOP Oss, mencetak dua gol, dan bermain selama 1.002 menit.

Berita Pilihan :  Haaland Cetak Dua Gol, Man City Bangkit di Era Maresca Taklukkan Crystal Palace 4-1

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Mitchell van Rooijen masih memiliki pengalaman kompetitif di sepak bola profesional Belanda sebelum kontraknya berakhir. Dua golnya dicetak pada Maret 2026, satu saat TOP Oss bermain imbang 2-2 melawan FC Dordrecht dan satu lagi ketika TOP Oss menang 2-1 atas FC Eindhoven.

Secara profil, Mitchell van Rooijen memiliki karakteristik yang menarik untuk kebutuhan lini tengah Timnas Indonesia. Pengalamannya di kompetisi profesional Belanda dan timnas junior Belanda menjadi nilai tambah. Namun, statusnya sebagai mantan pemain timnas kelompok usia Belanda tetap memerlukan verifikasi kelayakan sesuai regulasi FIFA.

Untuk saat ini, Mitchell van Rooijen lebih tepat digambarkan sebagai nama potensial dengan latar belakang Indonesia, bukan calon naturalisasi yang sudah pasti. Belum ada informasi resmi dari PSSI mengenai proses naturalisasi atau panggilan Timnas Indonesia untuknya. Namun, ia secara pribadi telah menyatakan kesediaannya.

“Saya ingin bermain bagus untuk Timnas Indonesia, saya ingin membuat kenangan indah,” ujar Mitchell van Rooijen pada wawancara sebelumnya. Dengan status tanpa klub, perjalanan karier Mitchell van Rooijen memasuki babak baru.

Jika ia berhasil mendapatkan klub baru dan mempertahankan performanya, namanya berpotensi kembali menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Kebutuhan akan pemain berkualitas di lini tengah membuat profil seperti Mitchell van Rooijen tetap relevan untuk diperbincangkan sebagai opsi bagi Timnas Indonesia.

Meskipun ada ketertarikan dari sang pemain untuk membela Timnas Indonesia, langkah dari ketertarikan pribadi menuju proses resmi untuk memperkuat Timnas Indonesia masih membutuhkan keputusan dan prosedur formal yang harus ditempuh.

Pos terkait