Tinjau Pelabuhan Donggala, Menko AHY Dorong Pembangunan Infrastruktur Tangguh Bencana

  • Whatsapp
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, guna meninjau langsung kondisi dan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Donggala, Rabu (9/7/2025).Foto:Indra

DONGGALA, BULLETIN.ID  – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, guna meninjau langsung kondisi dan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Donggala, Rabu (9/7/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Menko AHY menyampaikan bahwa pelabuhan memiliki peran vital dalam mendukung pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah, terutama pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah pasigaa pada 2018 silam.

“Sulawesi Tengah adalah wilayah yang rawan bencana. Maka, pembangunan infrastruktur pasca bencana harus mengedepankan prinsip ketangguhan terhadap bencana, termasuk membangun sistem peringatan dini (early warning system) yang andal,” ujar AHY.

Pelabuhan Donggala kini dinilai semakin berkembang, dengan panjang dermaga mencapai 320 meter, serta difungsikan sebagai salah satu terminal penumpang utama di wilayah Sulawesi. Sementara itu, dermaga kargo juga telah dibangun sepanjang 140 meter guna mendukung mobilitas barang dan jasa lintas wilayah.

Data otoritas pelabuhan mencatat, hingga saat ini terdapat sekitar 6.000 penumpang dan kendaraan, termasuk truk dan alat berat, yang telah melalui pelabuhan tersebut. Sebagian besar tujuan pengiriman logistik menuju wilayah Balikpapan dan Surabaya, sementara alat berat banyak dikirim dari Donggala ke kawasan industri di Morowali kalimantan.

Selain mendukung pergerakan barang, Pelabuhan Donggala juga mengalami peningkatan fasilitas pelayanan publik. Terminal penumpang juga  kini dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi untuk ibu menyusui, dan jalur evakuasi sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Menariknya, turis asing juga mulai berdatangan, menunjukkan peningkatan potensi ekonomi dan pariwisata melalui jalur laut. Beberapa kapal penumpang dari luar negeri sudah tercatat melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan ini.

Berita Pilihan :  IMIP Fasilitasi Magang Dosen, Kuatkan Kolaborasi Industri–Akademisi 

AHY juga menegaskan pentingnya tata ruang yang berkelanjutan dalam pembangunan wilayah. Menurutnya, keseimbangan antara peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan.

“Tata ruang adalah pondasi. Pembangunan harus mampu mendistribusikan kesejahteraan secara merata tanpa mengorbankan kelestarian alam. Pengaturan ruang wilayah harus dilakukan secara bijak,” tegasnya.

Kunjungan Menko AHY diharapkan menjadi pemicu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat infrastruktur maritim sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi dan ketahanan wilayah di Sulawesi Tengah. (Ind)

Pos terkait