Progres HPAL PT Vale di Pomalaa Capai Hampir 50 Persen

  • Whatsapp
Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, mengapresiasi pengelolaan proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Jumat (02/01/2026). Foto:Ist

POMALAA, BULLETIN.ID  – Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, mengapresiasi pengelolaan proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Dalam kunjungannya, Tedy meninjau Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area konstruksi pabrik HPAL. Sejumlah infrastruktur utama dilaporkan telah terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Capaian ini dinilai menunjukkan kesiapan teknis proyek untuk memasuki tahapan pengembangan berikutnya.

“Saya cukup terkejut melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu progresnya belum terlalu terlihat, namun sekarang sudah berdiri sejumlah peralatan utama. Dalam waktu kurang dari setahun, kemajuannya sudah mendekati 50 persen,” ujar Tedy, Jumat (02/1-2026).

Menurut Tedy, proyek HPAL PT Vale memiliki arti strategis bagi penguatan industri hilirisasi nasional, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. 

Ia menilai kesiapan peralatan serta kualitas kemitraan yang dibangun PT Vale mencerminkan perencanaan proyek yang matang dan terstruktur.

“PT Vale memiliki cadangan nikel limonite yang besar. Dari sisi peralatan dan mitra yang terlibat, persiapannya terlihat sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” katanya.

Selain progres fisik, MIND ID juga menyoroti penerapan tata kelola dan kepatuhan PT Vale dalam menjalankan proyek. Pendekatan kehati-hatian, termasuk pengelolaan aktivitas secara terukur dan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, dinilai sebagai praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Berita Pilihan :  Menjaga Nafas Bumi dari Kawasan Industri: Upaya IMIP Meningkatkan Serapan Karbon

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan good mining practices. Kepatuhan terhadap regulasi, termasuk menghentikan sementara aktivitas saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” ujar Tedy.

Proyek hilirisasi IGP Pomalaa merupakan investasi jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat regional dan nasional. Seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko, sebagai bagian dari upaya membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Pos terkait