PALU,BULLETIN.ID — Peran pemangku adat dalam menjaga kearifan lokal dan stabilitas sosial kembali ditegaskan dalam Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA), di Hotel Best Western Coco Palu, Selasa (14/4).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Syarifudin Hafid yang mewakili Ketua DPRD, bersama anggota DPRD Elisa Bunga Allo.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido, unsur Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota, serta tokoh adat, agama, perempuan, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Syarifudin Hafid menegaskan bahwa pemangku adat memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya, norma sosial, serta identitas daerah di tengah arus modernisasi.
“Keberadaan lembaga adat tetap relevan sebagai pilar dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) diharapkan menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku adat di Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, forum tersebut penting untuk membangun komunikasi yang efektif antara pemangku adat dan pemerintah, sehingga kebijakan pembangunan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
“Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat agar setiap kebijakan tetap memperhatikan nilai budaya yang hidup di masyarakat,” katanya.
Silaturahmi akbar ini juga menjadi momentum memperkuat peran lembaga adat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, dengan tetap menjaga warisan budaya sebagai fondasi utama kehidupan sosial di Sulawesi Tengah.






