Jokowi Dinobatkan Sebagai Saudara Raja-Raja Timor

  • Whatsapp
Saudara Raja-Raja Timor

KUPANG, BULLETIN – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menerima penghormatan adat sebagai Saudara Raja-Raja Timor dalam rangkaian Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan dari para pemimpin adat atas kontribusi pembangunan yang dinilai membawa perubahan nyata bagi masyarakat di wilayah Timor, terutama dengan penobatan sebagai Saudara Raja-Raja Timor.

Prosesi penobatan dilakukan secara adat dengan penyerahan simbolis berupa tongkat dan kain adat oleh para raja dari sejumlah kerajaan di Pulau Timor. Kerajaan-kerajaan yang terlibat antara lain Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi, mengukuhkan Jokowi sebagai Saudara Raja-Raja Timor.

Para tokoh adat menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai program pembangunan yang terlaksana selama masa kepemimpinan Jokowi. Mereka menilai pembangunan infrastruktur di NTT telah memberikan dampak nyata terhadap konektivitas, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat, yang menjadi alasan utama penobatan sebagai Saudara Raja-Raja Timor.

Sejumlah proyek strategis yang menjadi dasar pemberian penghormatan itu antara lain pembangunan Bendungan Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef. Selain itu, peningkatan jaringan jalan, pelabuhan, bandara, kawasan perbatasan, hingga pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo juga diapresiasi, semakin menegaskan posisi Jokowi sebagai Saudara Raja-Raja Timor.

Penobatan sebagai Saudara Raja-Raja Timor menambah daftar penghargaan adat yang diterima Jokowi setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI. Sebelumnya, ia juga menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Kedatun Keagungan Lampung.

Selain itu, Jokowi juga pernah memperoleh berbagai gelar kehormatan adat dari sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Kesultanan Deli, Lembaga Adat Melayu Riau, Kesultanan Ternate, Kesultanan Buton, Kesultanan Paser, hingga lembaga adat di Tana Toraja. Penganugerahan tersebut umumnya diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam mendorong pembangunan dan memperkuat persatuan nasional, yang kini bertambah dengan gelar Saudara Raja-Raja Timor.

Berita Pilihan :  Ustaz Ahmad Firdaus Meninggal Saat Tausiyah, Warga Kampung Sumur Berduka

Menanggapi penganugerahan tersebut, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai penghormatan dari masyarakat adat menunjukkan bahwa hasil kerja seorang pemimpin akan terus dikenang ketika mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai penghargaan adat yang diterima Jokowi mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap pembangunan yang dirasakan langsung di berbagai daerah. Hal ini termasuk wilayah yang selama ini menjadi fokus pemerataan pembangunan nasional, puncaknya dengan penobatan sebagai Saudara Raja-Raja Timor.

Penganugerahan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya. Ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat dapat meninggalkan jejak yang panjang setelah masa kepemimpinan berakhir, seperti yang ditunjukkan dengan pemberian gelar Saudara Raja-Raja Timor.

Pos terkait