JAKARTA, BULLETIN – Dua Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, berhasil dievakuasi setelah tertimpa material tanah dan beton. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, saat keduanya mengerjakan proyek pembangunan trotoar dan drainase.
Kedua korban, Udin (25) dan Syarifin (40), merupakan bagian dari Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Kecelakaan bermula ketika beton pada bagian drainase roboh menimpa mereka. Kejadian ini menyoroti pentingnya standar keselamatan bagi Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara.
“Sekitar pukul 14.00 korban sedang bekerja pekerjaan drainase namun beton drainase roboh,” kata Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur.
Rekan kerja korban segera melaporkan insiden ini kepada petugas Ambulans Gawat Darurat (AGD). Namun, karena kesulitan dalam proses evakuasi, bantuan dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dikerahkan.
Sebanyak 25 personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dengan enam unit kendaraan diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara. Petugas tiba sekitar pukul 14.56 WIB dan langsung memulai upaya penyelamatan yang kompleks.
Syarifin berhasil dievakuasi lebih dulu dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI) untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, kondisi Udin lebih sulit karena kakinya tertimpa material beton dan tanah galian, menyebabkan tubuhnya terjebak di saluran air dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Petugas membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk membebaskan Udin dari timbunan material yang menjepitnya. “Kita tiba di TKP 14.56 WIB, selesai pukul 17.39 WIB,” ujar Parlin Nainggolan, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.
Selama proses penyelamatan Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara, petugas medis dari AGD Sudin Kesehatan Jakarta Timur memberikan penanganan awal. Udin diberikan bantuan oksigen dan infus karena kondisinya melemah akibat cukup lama terjebak di bawah material. “Kondisi sadar, tapi lemah karena kelamaan dehidrasi,” tambah Parlin.
Setelah berhasil dikeluarkan dari saluran, kedua Pekerja Proyek Terjepit Beton Jatinegara langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat penting akan aspek keselamatan kerja dalam proyek pembangunan infrastruktur, khususnya pada pekerjaan galian dan struktur drainase.






