JAKARTA, BULLETIN – Topan Dolphin China menerjang wilayah timur dengan hujan deras dan angin kencang pada Minggu, 9/8/2026. Angin dahsyat akibat Topan Dolphin China ini bahkan menyebabkan sebuah truk terguling di wilayah Zhejiang.
Momen tergulingnya truk akibat Topan Dolphin China tersebut terekam kamera seorang saksi mata. Dalam video yang beredar, truk terlihat kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik akibat terpaan angin kencang yang menyertai Topan Dolphin China.
Reuters melaporkan, Dolphin menjadi siklon tropis terkuat yang menghantam China sepanjang 2026. Topan tersebut mendarat di dekat Yuhuan, Provinsi Zhejiang, dengan kecepatan angin berkelanjutan sekitar 151 kilometer per jam. Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Shanghai, Fujian, Jiangsu, Anhui, dan Shandong.
Hujan deras dan angin kencang mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi. Di Shanghai, sebanyak 943 penerbangan atau sekitar 40 persen dari total penerbangan dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk. Gangguan juga terjadi pada sejumlah layanan transportasi lainnya akibat dampak Topan Dolphin China.
Banjir perkotaan turut terjadi di sejumlah kawasan Shanghai. Beberapa wilayah pinggiran seperti Jiading dan Qingpu dilaporkan mengalami genangan hingga setinggi lutut karena curah hujan tinggi yang dibawa Topan Dolphin China.
Pemerintah China melakukan langkah antisipasi dengan mengevakuasi lebih dari satu juta orang dari wilayah yang berisiko terdampak. Di Wenzhou, Provinsi Zhejiang, lebih dari 900.000 warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah setempat menyiapkan lebih dari 1.000 tempat penampungan darurat untuk para pengungsi.
Di Provinsi Fujian, hampir 99.000 warga dari kawasan berisiko juga telah dievakuasi. Sejumlah aktivitas, termasuk pelayaran feri dan pekerjaan konstruksi, dihentikan sementara untuk mengurangi risiko korban akibat cuaca ekstrem yang disebabkan Topan Dolphin China.
Otoritas China juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan bencana geologi. Puluhan sungai di wilayah aliran Danau Taihu dan Zhejiang timur dipantau karena permukaan air terus meningkat akibat intensitas hujan dari Topan Dolphin China. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Administrasi Meteorologi China.
Topan Dolphin sebelumnya juga menerjang wilayah Okinawa, Jepang, sebelum bergerak menuju daratan China. Di Jepang, badai tersebut menyebabkan enam orang terluka dan mengakibatkan gangguan listrik di puluhan ribu bangunan.
Meski kekuatannya mulai melemah setelah menerjang daratan, Dolphin masih membawa hujan deras ke wilayah China bagian tengah. Otoritas tetap memperingatkan risiko banjir bandang dan longsor akibat curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi.
Pemerintah China meminta masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi. Kondisi cuaca ekstrem juga diperkirakan masih mengganggu aktivitas transportasi dan kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan, sebagai dampak lanjutan dari Topan Dolphin China.






