SISILIA, BULLETIN – Gunung Etna di Sisilia, Italia, kembali menunjukkan aktivitas erupsi signifikan. Letusan menghasilkan semburan lava, aliran lava yang meluncur di lereng gunung, serta abu vulkanik yang kemudian mengganggu aktivitas penerbangan di kawasan tersebut. Erupsi Gunung Etna ini menjadi perhatian utama.
Aktivitas erupsi menjadi perhatian setelah Kawah Voragine mengalami aktivitas Strombolian yang sangat kuat. Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV) dalam laporan pemantauan tertanggal 11 Agustus 2026 mencatat terjadinya fontana di lava atau semburan air mancur lava dari kawah tersebut, menandai intensitas erupsi Gunung Etna.
Aktivitas vulkanik kemudian menghasilkan sejumlah aliran lava dari beberapa bukaan di tubuh Gunung Etna. INGV melaporkan bukaan pada ketinggian sekitar 2.750 meter dan 2.360 meter menghasilkan aliran lava, sementara bukaan lain di sekitar 1.900 meter juga menunjukkan aktivitas dari erupsi Gunung Etna ini.
Aliran lava bergerak menuruni lereng menuju kawasan Valle del Bove. Pada 11 Agustus, ujung aliran lava tercatat telah mencapai sekitar 1.360 meter di atas permukaan laut, menunjukkan bahwa material vulkanik terus bergerak dari zona erupsi menuju bagian lereng yang lebih rendah akibat erupsi Gunung Etna.
Selain lava, erupsi Gunung Etna juga menghasilkan kolom dan emisi abu vulkanik. Abu yang terbawa angin menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar gunung dan menjadi ancaman bagi aktivitas penerbangan.
Dampak erupsi Gunung Etna bahkan dirasakan di Bandara Catania. Operator bandara, SAC, melaporkan adanya gangguan operasional akibat abu vulkanik yang masuk ke wilayah udara di sekitar bandara. Sejumlah penerbangan ditangguhkan atau mengalami penyesuaian jadwal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak erupsi Gunung Etna tidak hanya terjadi di sekitar kawah. Abu vulkanik dapat menyebar jauh dari pusat erupsi dan mengganggu transportasi udara, terutama karena partikel abu berbahaya bagi mesin pesawat.
Di tengah aktivitas tersebut, pemandangan lava pijar justru menarik perhatian wisatawan. Sejumlah pelancong terlihat mendatangi kawasan lereng Etna untuk menyaksikan langsung aliran lava dan mengabadikan aktivitas erupsi Gunung Etna.
Namun, meningkatnya aktivitas vulkanik membuat kawasan sekitar Etna tetap berisiko. Perubahan aktivitas gunung api dapat berlangsung cepat, sementara lava, material pijar, gas vulkanik, dan abu dapat membahayakan orang yang berada terlalu dekat dengan zona erupsi Gunung Etna.
Gunung Etna merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia. Karena itu, aktivitas erupsinya dipantau secara ketat oleh INGV untuk mendeteksi perubahan kondisi dan memberikan informasi kepada otoritas terkait mengenai erupsi Gunung Etna.
Erupsi terbaru ini sekaligus memperlihatkan bagaimana aktivitas Gunung Etna dapat menimbulkan dampak berlapis—mulai dari aliran lava di lereng, penyebaran abu vulkanik, hingga gangguan penerbangan di Sisilia.
Bagi wisatawan, daya tarik lava pijar tidak seharusnya mengabaikan risiko erupsi Gunung Etna. Di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan mendapatkan gambar dari jarak dekat.






