Cienciano Waspada Meski Unggul 6-1, Pelatih Horacio Kenang Comizzo di Copa Sudamericana

  • Whatsapp
Cienciano Copa Sudamericana

RIO DE JANEIRO, BULLETIN – Cienciano tiba di Brasil dengan keunggulan telak 6-1 atas Botafogo di leg pertama babak 16 besar Copa Sudamericana 2026. Namun, pelatih Horacio Melgarejo menegaskan skuadnya tidak boleh lengah karena tiket ke fase berikutnya belum sepenuhnya aman dalam persaingan ketat Cienciano Copa Sudamericana.

Skuad Cienciano bertolak ke Brasil dengan misi mempertahankan keunggulan agregat, sekaligus membawa nama Peru dalam pertandingan leg kedua. Hasil mencolok di Cusco memang menempatkan klub asal Peru tersebut pada posisi yang sangat menguntungkan, namun Melgarejo memilih menurunkan ekspektasi dan meminta anak asuhnya untuk tetap berkonsentrasi tinggi dalam misi Cienciano Copa Sudamericana.

“Bintang sebenarnya adalah para pemain. Kami pergi ke Brasil untuk memainkan pertandingan leg kedua. Kami tahu ini laga yang sangat penting, bukan hanya bagi Cienciano dan Cusco, tetapi kami juga mewakili Peru dan akan berusaha melakukan yang terbaik,” kata Melgarejo kepada wartawan sebelum keberangkatan, menegaskan pentingnya laga Cienciano Copa Sudamericana.

Kemenangan 6-1 di leg pertama menjadi modal luar biasa bagi Cienciano. Bermain di hadapan pendukung sendiri, klub berjuluk El Papá tersebut mampu menciptakan keunggulan lima gol atas Botafogo.

Meski demikian, Melgarejo menyadari pertandingan di Brasil akan menghadirkan situasi berbeda. Botafogo memiliki pengalaman dan kualitas untuk memberikan tekanan, terlebih ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Oleh karena itu, pelatih asal Argentina tersebut tidak ingin timnya menjadikan skor leg pertama sebagai alasan untuk mengendurkan permainan dalam lanjutan Cienciano Copa Sudamericana.

“Kami sangat bersemangat karena tahu apa arti pertandingan ini bagi sepak bola Peru dan bagi kami. Namun, yang paling penting adalah para pemain yang telah melakukan usaha luar biasa,” ujar Melgarejo.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan Cienciano menjelang pertandingan penentuan. Keunggulan besar memang memberikan ruang bagi mereka untuk bermain lebih tenang, tetapi konsentrasi tetap menjadi syarat utama agar tidak terjadi kejutan di ajang Cienciano Copa Sudamericana.

Melgarejo juga menekankan bahwa perjalanan Cienciano di Copa Sudamericana membawa tanggung jawab yang lebih luas. Klub Cusco tersebut tidak hanya bermain untuk kepentingan internal, tetapi juga membawa nama sepak bola Peru di panggung kontinental. Setelah meraih kemenangan besar di leg pertama, perhatian publik Peru kini tertuju pada kemampuan Cienciano menyelesaikan pekerjaan di Brasil. Bagi para pemain, kesempatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan reputasi di level internasional. Mereka memiliki peluang membawa Cienciano melangkah lebih jauh dalam kompetisi sekaligus menghidupkan kembali kebanggaan sepak bola Peru di kompetisi antarklub Amerika Selatan, terutama di ajang Cienciano Copa Sudamericana.

Berita Pilihan :  Leicester City Dikabarkan Dijual, Harganya Bisa di Bawah Rp3,6 Triliun

Di tengah persiapan menghadapi Botafogo, Melgarejo tidak lupa menyebut sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier kepelatihannya, Ángel Comizzo. Melgarejo pernah bekerja sebagai asisten Comizzo di sejumlah klub, termasuk Universitario, Deportivo Municipal, dan Atlético Grau. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya sebelum dipercaya menangani tim sebagai pelatih kepala.

Kini, setelah memimpin Cienciano dan membawa klub tersebut meraih hasil besar di Copa Sudamericana, Melgarejo mengakui bahwa pengaruh mantan mentornya masih terasa. Ketika ditanya apakah kemenangan tersebut memiliki dedikasi khusus untuk Comizzo, Melgarejo menjawab dengan nada personal.

“Ya, ‘si tua’ itu tahu bahwa semua yang saya lakukan adalah karena dia. Kami selalu berbicara, dia selalu memberikan nasihat. Jadi, ya, ini juga sedikit dedikasi untuk dia,” ujar Melgarejo.

Ucapan tersebut memperlihatkan hubungan yang tetap terjaga antara keduanya. Bagi Melgarejo, Comizzo bukan sekadar mantan pelatih yang pernah menjadi atasannya, melainkan sosok yang turut membentuk perjalanan profesionalnya dan menjadi inspirasi dalam setiap langkah Cienciano Copa Sudamericana.

Perjalanan Melgarejo menjadi pelatih kepala menunjukkan perkembangan bertahap. Setelah bertahun-tahun mendapatkan pengalaman sebagai asisten, ia kemudian memperoleh kesempatan memimpin tim secara langsung, termasuk bersama ADT sebelum menangani Cienciano. Kini, ia berada di salah satu titik penting dalam kariernya. Cienciano hanya membutuhkan penampilan disiplin di Brasil untuk mengamankan keunggulan yang dibangun di Cusco.

Jika berhasil menyingkirkan Botafogo, Cienciano akan melangkah ke perempat final Copa Sudamericana 2026. Pencapaian tersebut akan menjadi salah satu momen penting bagi klub sekaligus memperkuat posisi Melgarejo sebagai salah satu pelatih Peru yang mulai mendapat perhatian di level internasional. Namun, sebelum berbicara lebih jauh mengenai fase berikutnya, Cienciano masih harus melewati 90 menit yang berpotensi penuh tekanan di Brasil.

Keunggulan 6-1 memang membuat posisi mereka sangat kuat. Akan tetapi, bagi Melgarejo, cara terbaik untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya bukan dengan menghitung selisih gol, melainkan menjaga kerendahan hati, disiplin taktik, dan fokus hingga peluit akhir. Cienciano kini berada di ambang sejarah. Dan bagi Melgarejo, perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pembuktian timnya di Copa Sudamericana, tetapi juga bentuk nyata dari proses panjang yang pernah ia jalani bersama Ángel Comizzo, termasuk dalam setiap pertandingan Cienciano Copa Sudamericana.

Pos terkait