TOJO UNA-UNA, BULLETIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Pegunungan Palampa Uamarao, Desa Kasiala, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terus meluas hingga 10 hektare. Api yang terdeteksi sejak Senin (24/08) ini sulit dipadamkan karena lokasinya berada di perbukitan dengan akses yang tidak mudah dijangkau.
Berdasarkan laporan Pusdatina BPBD Sulawesi Tengah, titik api muncul kembali pada Rabu (26/08) dan membesar pada Kamis (27/08) siang. Karhutla Palampa Uamarao ini diperkirakan sudah menghanguskan sekitar 10 hektare hutan dan lahan.
Kondisi api yang berada di kawasan pegunungan menyebabkan asap tebal terlihat dari kejauhan. Meskipun titik api masih berjarak sekitar 7 kilometer dari permukiman warga, potensi Karhutla Palampa Uamarao untuk meluas masih sangat tinggi.
Hingga Kamis (27/08) pukul 19.02 WITA, upaya pemadaman langsung belum dapat dilakukan. Medan menuju lokasi yang sulit dilalui menjadi kendala utama bagi tim gabungan yang bertugas.
Tim gabungan saat ini fokus memantau perkembangan api dan melakukan asesmen kondisi di lapangan. Mereka juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa peralatan mobile untuk pemadaman Karhutla Palampa Uamarao, yang diperlukan untuk menjangkau lokasi dengan karakter medan sulit.
Asap tebal masih terlihat jelas dari lokasi kebakaran, menandakan api masih aktif. Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengungsi akibat Karhutla Palampa Uamarao ini.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una terus berkoordinasi memantau Karhutla Palampa Uamarao untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat 10 hektare kawasan sudah terdampak dan api masih menyala di medan perbukitan yang belum tersentuh operasi pemadaman langsung.






