TOJO UNA-UNA, BULLETIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghanguskan sekitar 2 hektare lahan di Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Kamis (27/8/2026). Respons cepat tim gabungan menjadi kunci dalam menanggulangi meluasnya Karhutla Uekuli Tojo Una-Una ini di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 17.00 WITA, dilaporkan oleh masyarakat setempat. Api kemudian dengan cepat menjalar, membakar semak belukar dan vegetasi lain akibat kondisi cuaca yang panas, kering, dan hembusan angin kencang. Karhutla Uekuli Tojo Una-Una ini memicu kekhawatiran meluasnya area terdampak.
Laporan kejadian Karhutla Uekuli Tojo Una-Una diterima oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah pada Kamis malam pukul 23.39 WITA. BPBD segera mengkoordinasikan tim reaksi cepat untuk penanganan lebih lanjut.
Merespons situasi darurat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat, bergerak cepat menuju lokasi. Sinergi tim gabungan ini sangat penting untuk mengatasi Karhutla Uekuli Tojo Una-Una.
Tim gabungan bekerja keras melakukan pemadaman sekaligus pengendalian agar api tidak semakin meluas. Berkat upaya kolektif ini, api berhasil dipadamkan.
Meski demikian, pemantauan intensif masih terus dilakukan di lokasi bekas kebakaran. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api dan memastikan situasi Karhutla Uekuli Tojo Una-Una benar-benar aman.
BPBD juga tengah melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di lokasi sebagai bagian dari penanganan pasca-Karhutla. Hal ini untuk mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan di kemudian hari.
Laporan Pusdatina BPBD Sulawesi Tengah menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini. Kerugian utama yang tercatat adalah hilangnya sekitar 2 hektare lahan dan hutan yang terdampak Karhutla Uekuli Tojo Una-Una.
Meski api telah padam, kebutuhan akan peralatan mobile pemadaman Karhutla masih menjadi perhatian serius. Ketersediaan peralatan tersebut sangat krusial untuk mendukung penanganan cepat apabila kembali ditemukan titik api, mengingat rentannya wilayah tersebut terhadap kebakaran.
BPBD bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar. Tujuannya adalah memastikan tidak ada kemunculan kembali titik api yang bisa memicu kebakaran lanjutan. Kejadian Karhutla Uekuli Tojo Una-Una ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan.
Peristiwa di Desa Uekuli ini kembali menegaskan vitalnya kecepatan respons saat titik api pertama kali terdeteksi. Terutama ketika kondisi lingkungan panas, kering, dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, seperti yang terjadi pada Karhutla Uekuli Tojo Una-Una ini.
Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, situasi hingga laporan terakhir dinyatakan terkendali dan api telah berhasil dipadamkan. Namun, kewaspadaan tinggi tetap dipertahankan untuk mencegah terulangnya Karhutla Uekuli Tojo Una-Una.






