MARSEILLE, BULLETIN – Olympique Marseille kembali menelan pil pahit setelah Marseille kalah dari PSG dengan skor 1-2 pada pekan kelima Ligue 1 McDonald’s 2026/2027 di CEPAC Vélodrome. Kekalahan ini membuat pelatih Bruno Genesio mengaku kecewa dan geram atas performa timnya.
Genesio menegaskan bahwa kekalahan tipis dari tim sekuat Paris Saint-Germain tidak bisa dijadikan pembenaran atau alasan untuk merasa puas. Baginya, persoalan utama Marseille terletak pada kesalahan yang terus-menerus berulang, terutama dalam hal konsentrasi dan kematangan bermain, bukan semata-mata kualitas permainan.
“Kami tidak bisa puas dengan kekalahan 2-1, terutama karena melakukan kesalahan yang sama. Kami tidak belajar dari kesalahan,” kata Genesio setelah pertandingan.
Pelatih Marseille itu menilai, secara usaha dan organisasi, timnya telah menjalankan rencana permainan dengan baik. Para pemain juga disebutnya telah mengerahkan kemampuan maksimal saat menghadapi raksasa Prancis tersebut. Namun, hasil akhir yang kembali mengecewakan membuat Genesio merasa tidak ada kemajuan signifikan.
“Saya tidak bisa puas dengan kalah secara terhormat. Saya di sini untuk memenangkan pertandingan, bukan untuk dipuji setelah kekalahan,” tegasnya.
Genesio mengungkapkan bahwa masalah kurangnya konsentrasi dan kematangan ini sudah berlangsung selama tiga hingga empat pekan terakhir. Ia bahkan menambahkan, tim telah menghabiskan waktu khusus untuk memperbaiki pertahanan dalam situasi bola mati sebelum pertandingan. Namun, kesalahan serupa kembali terjadi saat Marseille kalah dari PSG.
“Pagi ini kami bekerja selama 35 menit untuk bola mati defensif. Sulit menjawabnya, tetapi ini terus terjadi,” ujarnya.
Genesio juga mengakui timnya mulai kehilangan tenaga pada babak kedua setelah bekerja keras menahan tekanan dari lawan. Meski demikian, ia melihat ada perkembangan performa tim secara keseluruhan. Namun, yang paling membuatnya khawatir adalah cara Marseille kebobolan, yang menunjukkan masalah mendalam.
“Yang membuat saya khawatir adalah cara kami kebobolan gol saat ini,” kata Genesio.
Di tengah hasil yang tidak memuaskan, Genesio tetap memberikan apresiasi kepada sejumlah pemain. Amine Harit disebutnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tim, baik di sayap maupun sebagai penyerang. Sementara itu, Nayef Aguerd dinilai terus menunjukkan perkembangan setelah kembali bermain usai absen lima bulan, semakin mendekati level terbaiknya.
Marseille juga harus menghadapi potensi cedera pada Igor Paixão yang mengalami masalah pergelangan kaki, diduga keseleo, dan kram yang dialami Harit. Ini menambah daftar pekerjaan rumah setelah Marseille kalah dari PSG.
Posisi Marseille di klasemen yang belum sesuai harapan membuat Genesio prihatin. “Di Marseille, kami terbiasa bersaing di papan atas, bukan bermain di dekat dasar klasemen. Kami harus memahami bahwa kami sedang menjalankan sebuah misi,” ujarnya.
Genesio menegaskan dirinya tidak memiliki pikiran untuk mengundurkan diri. Ia memilih untuk menggunakan jeda internasional mendatang guna melakukan evaluasi menyeluruh bersama pemain dan manajemen. “Tidak ada pikiran untuk mengundurkan diri. Fokus saya adalah membuat tim ini berkembang,” tegasnya.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Marseille. Bagi Genesio, performa yang mendapat pujian tidak akan berarti jika tim terus mengulangi kesalahan yang membuat mereka kehilangan poin, seperti saat Marseille kalah dari PSG.






