JAKARTA,BULLETIN.ID – Jasa Raharja mencatat percepatan layanan penanganan korban kecelakaan selama masa Siaga Idulfitri 2026 berdampak pada penurunan angka fertilitas secara nasional.
Dalam periode 13–24 Maret 2026, perusahaan telah menerbitkan 3.712 surat jaminan (guarantee letter/GL) bagi korban kecelakaan lalu lintas. Langkah ini memastikan korban dapat langsung memperoleh penanganan medis tanpa terkendala administrasi di fasilitas kesehatan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan kecepatan layanan menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan korban, terutama pada fase kritis pascakecelakaan.
“Dengan sistem yang semakin terintegrasi antara Jasa Raharja, rumah sakit, dan kepolisian, proses penjaminan kini dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan korban menjadi lebih optimal,” ujarnya saat meninjau pelayanan di RS dr. Chasbullah Abdulmadjid, Bekasi.
Data Korlantas Polri menunjukkan, selama periode tersebut terjadi 2.607 kecelakaan dengan total 4.769 korban, terdiri dari 228 korban meninggal dunia dan 4.541 korban luka-luka.
Meski jumlah kejadian hanya turun sekitar 2% dibanding tahun lalu, tingkat fatalitas tercatat menurun signifikan hingga 28%. Penurunan ini dinilai berkaitan erat dengan semakin cepatnya penanganan korban di lapangan hingga rumah sakit.
Jasa Raharja menyebut, digitalisasi layanan menjadi kunci dalam mempercepat proses verifikasi dan penerbitan GL. Sistem yang terintegrasi memungkinkan data korban segera diproses sejak awal kejadian, sehingga rumah sakit dapat langsung memberikan tindakan medis tanpa menunggu kepastian pembiayaan.
Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan pemantauan data kecelakaan secara real time guna memastikan respons yang lebih cepat dan tepat di berbagai daerah selama arus mudik dan balik Lebaran.
Melalui program Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyalurkan santunan, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan korban kecelakaan berbasis kolaborasi dan teknologi.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus memastikan kehadiran negara dalam setiap proses penanganan korban kecelakaan.






