NTT, BULLETIN – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai sambutan hangat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi bukti bahwa hasil kerja seorang pemimpin tetap dikenang meski masa jabatan telah berakhir.
Menurut Ahmad Ali, apresiasi masyarakat NTT terhadap Jokowi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari berbagai pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini.
“Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Ali dalam keterangannya.
Ia menyebut NTT menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam konsep pembangunan Indonesia-sentris selama pemerintahan Jokowi. Menurutnya, pembangunan berbagai infrastruktur menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan perhatian lebih besar kepada wilayah timur Indonesia.
Ahmad Ali menyoroti pembangunan bendungan strategis seperti Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef yang dinilai mampu membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan air serta mendukung produktivitas pertanian.
Selain itu, ia juga menilai pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, dan kawasan perbatasan telah membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat NTT. Transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi wisata kelas dunia juga disebut sebagai salah satu warisan penting pemerintahan Jokowi.
“Selama bertahun-tahun, NTT sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Pak Jokowi mengubah cara pandang itu dengan menghadirkan pembangunan yang nyata dan menempatkan Indonesia Timur sebagai bagian penting dari masa depan bangsa,” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali menegaskan, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia mengajak masyarakat tetap objektif dalam menilai kontribusi seorang pemimpin berdasarkan dampak nyata yang ditinggalkan.
“Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kita juga harus objektif melihat fakta. Ketika bendungan berdiri, jalan terbangun, akses ekonomi terbuka, pariwisata berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itu adalah karya yang akan selalu diingat,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan Jokowi ke NTT dapat menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.






