SIKKA, BULLETIN – Gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi, menyebabkan kepanikan di Kabupaten Sikka, menewaskan satu orang, dan merusak parah Pelabuhan L. Say Maumere. Warga pesisir sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi mengantisipasi bahaya.
Getaran gempa NTT Sikka ini dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas publik. Kerusakan paling signifikan terjadi pada ruang tunggu Pelabuhan L. Say Maumere yang merupakan gerbang vital transportasi laut di kawasan tersebut.
Informasi dari kontributor Tirto di Sikka menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat gempa NTT Sikka ini adalah Bernadus Muda (66). Korban merupakan penumpang kapal yang sedang berada di ruang tunggu Pelabuhan L. Say Maumere saat kejadian.
Jasad Bernadus Muda telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, ratusan pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut juga mengungsi ke halaman sebagai langkah antisipasi kerusakan bangunan dan gempa susulan pasca gempa NTT Sikka.
Selain kerusakan fisik, gempa NTT Sikka juga berdampak pada pasokan listrik di Maumere dan sekitarnya. Warga melaporkan pemadaman listrik terjadi sekitar satu jam setelah gempa.
“Pemadaman tidak hanya terjadi di tempat tinggal kami tetapi serentak Kota Maumere dan sekitarnya,” kata Agustinus Melky, salah seorang warga,dikutip dari tirtoid.
Pemadaman listrik ini menyulitkan warga mengisi daya ponsel, yang sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan keluarga di tengah situasi darurat pasca gempa NTT Sikka. Hingga kini, warga di beberapa wilayah Sikka masih memilih bersiaga di lokasi terbuka, mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.






