Gempa M 3,6 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Yogyakarta-Sleman

  • Whatsapp
Gempa Bantul
ILUSTRASII

YOGYAKARTA, BULLETIN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 20 Agustus 2026, sore. Gempa yang berpusat di tenggara Kabupaten Bantul ini dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah lain di DIY, termasuk Kota Yogyakarta dan Sleman. Informasi awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Gempa Bantul terjadi sekitar pukul 17.20 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Parameter awal BMKG menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 7,94 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110,45 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 11 kilometer tenggara Bantul. Data ini merupakan hasil pengolahan cepat BMKG yang mungkin masih bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk. Kedalaman gempa yang relatif dangkal menyebabkan getarannya terasa di berbagai daerah.

Laporan dari masyarakat yang beredar pasca kejadian mengindikasikan guncangan terasa di wilayah Bantul, Kota Yogyakarta, Sleman, hingga Gunungkidul. Sejumlah media juga mengonfirmasi bahwa getaran Gempa Bantul dirasakan luas oleh warga.

Warga yang merasakan guncangan mengakui berlangsung singkat namun cukup kuat. “Gempanya cuma sebentar tapi terasa kencang dan di lantai dua kerasa banget,” kata Anna, seorang pengunjung kafe di Bantul, sesaat setelah gempa pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kondisi ini cepat menyebar di media sosial, di mana warga DIY membagikan pengalaman mereka. Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa laporan intensitas getaran dari masyarakat perlu dibedakan dari parameter resmi gempa yang mereka keluarkan.

Kejadian Gempa Bantul ini kembali mengingatkan potensi bahaya gempa bumi di DIY. Dokumen perencanaan Kabupaten Bantul bahkan mencatat bahwa gempa bumi merupakan salah satu potensi bencana di wilayah tersebut. Hampir seluruh kapanewon di Bantul memiliki potensi bahaya gempa bumi kategori tinggi, sementara Kapanewon Sedayu berada pada kategori sedang, berdasarkan informasi dari Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kabupaten Bantul.

Berita Pilihan :  UGM Buka Pusat Teknologi AI Bersama Indosat dan NVIDIA

Kajian kebencanaan Bantul mencatat gempa bumi telah menjadi ancaman berulang, dengan gempa besar terjadi pada tahun 2006 dan kejadian gempa yang masih tercatat setiap tahun. Secara geologis, Yogyakarta dan sekitarnya rentan gempa tektonik karena berada dekat dengan zona pertemuan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Keberadaan Sesar Opak di selatan dan timur Kota Yogyakarta turut memperbesar risiko ini.

BMKG menegaskan informasi awal gempa disampaikan demi kecepatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan informasi pertama sebagai parameter final jika nantinya ada pembaruan. Hingga informasi awal tersedia, belum ada keterangan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat Gempa Bantul ini.

Masyarakat yang merasakan gempa diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi perkembangan gempa sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG dan instansi penanggulangan bencana setempat. Gempa Magnitudo 3,6 ini mungkin singkat, namun menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan rawan gempa seperti Bantul dan wilayah DIY lainnya.

Pos terkait