Karhutla Kembali Terjadi di Banggai, Satu Hektare Lahan di Desa Tombang Terbakar

  • Whatsapp
Karhutla Kembali Terjadi di Banggai, Satu Hektare Lahan di Desa Tombang Terbakar. (Foto:Ist)

BANGGAI, BULLETIN.ID  – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di Sulawesi Tengah memasuki periode musim kemarau. Sekitar satu hektare lahan kebun dan kawasan hutan di Desa Tombang, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, terbakar pada Minggu (6/9/2026).

Laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai langsung menyebut , kebakaran terjadi sekitar pukul 12.31 WITA dan dilaporkan kepada BPBD Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (7/9/2026) pukul 04.32 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Meski luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare, kejadian tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih besar. Memasuki musim kemarau, kondisi lahan yang lebih kering membuat api lebih mudah menyebar, sementara aktivitas manusia dapat menjadi pemicu yang mempercepat terjadinya kebakaran.

Kemarau dan aktivitas warga menjadi kombinasi berisiko

Berdasarkan laporan BPBD Sulawesi Tengah, tingginya suhu udara pada periode musim kemarau disebut menjadi salah satu kondisi yang meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran.

Namun, faktor cuaca bukan satu-satunya persoalan.

Laporan menyebut adanya aktivitas warga yang melakukan pembersihan lahan kebun dengan cara membakar menjadi salah satu pemicu kebakaran di Desa Tombang.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah api muncul. Ketika lahan berada dalam kondisi kering, praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan pembakaran dapat berkembang menjadi ancaman yang sulit dikendalikan.

Karena itu, persoalan karhutla juga berkaitan erat dengan bagaimana masyarakat mengelola lahan di tengah kondisi cuaca yang semakin rentan terhadap kebakaran.

Api berhasil dipadamkan, tetapi risiko belum berakhir

Berita Pilihan :  Cari Solusi Karhutla, Pasis Seskoad Gali Aspirasi Warga Lampung Timur

Tim TRC BPBD Kabupaten Banggai melakukan pemadaman di lapangan setelah memperoleh informasi mengenai kebakaran. Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi serta dampak kebakaran sebelum api berhasil dipadamkan.

Situasi akhir dilaporkan aman dengan kebutuhan mendesak nihil.

Tidak adanya korban jiwa dan pengungsi membuat dampak langsung kejadian ini relatif terbatas. Namun, keberhasilan pemadaman tidak serta-merta menghilangkan risiko munculnya titik api baru, terutama apabila kondisi kering masih berlangsung dan aktivitas pembakaran lahan tetap dilakukan.

Karena itu, langkah berikutnya bukan hanya memastikan api benar-benar padam, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap kawasan yang memiliki potensi terbakar.

 Pencegahan menjadi kunci menghadapi musim kemarau

Karhutla di Desa Tombang menjadi pengingat bahwa periode kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dari pemerintah daerah maupun masyarakat.

Respons cepat tetap penting karena api yang ditangani sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk dikendalikan sebelum meluas. Namun, pencegahan harus ditempatkan sebagai garis pertahanan pertama.

Edukasi kepada masyarakat mengenai risiko pembakaran lahan, pemantauan kawasan rawan, serta koordinasi antara pemerintah desa, BPBD dan instansi terkait menjadi bagian penting untuk menekan potensi kejadian serupa.

Dengan luas lahan sekitar satu hektare yang terbakar, kejadian di Tombang memang belum menimbulkan dampak besar terhadap permukiman maupun korban manusia. Tetapi dalam kondisi kemarau, setiap titik api tetap perlu dipandang serius.

Satu hektare yang berhasil dipadamkan hari ini menjadi pengingat bahwa pengendalian karhutla bukan hanya soal memadamkan api, melainkan mencegah api berikutnya muncul dan berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Pos terkait