Trafik Data Naik 21 Persen Selama Ramadan, IM3 Ingatkan Lonjakan Penipuan Digital

  • Whatsapp
Media Update " Menebar semangat kebaikan". Senin 2 Sepetember 2026. (Foto:Indra)

PALU,BULLETIN.ID  – Momentum Ramadan tidak hanya mendorong peningkatan aktivitas ibadah dan konsumsi digital masyarakat, tetapi juga memicu lonjakan risiko kejahatan siber. Hal ini diungkapkan VP Head of Marketing Circle Kalisumapa Tepi Aditia dalam media update “menebar semangat kebaikan”. Sejin 2 Februari 2026.

Dalam pemaparannya Tepi Aditia menyampikan, trafik data selama bulan Ramadan meningkat hingga 21 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas digital masyarakat, mulai dari komunikasi, belanja daring, hingga konsumsi konten hiburan dan keagamaan.

Namun, di balik lonjakan tersebut, terjadi peningkatan penipuan digital. Data menunjukkan kasus scam dan spam naik 34 persen selama Ramadan.

“Modus yang digunakan beragam, mulai dari tautan palsu, penawaran hadiah, hingga penyamaran sebagai pihak tertentu” Kata Tepi Aditia. 

Tak hanya itu, pola aktivitas masyarakat juga berubah. Waktu terjaga dan beraktivitas meningkat hingga rata-rata 19 jam per hari, terutama pada malam hingga dini hari. Kondisi ini dinilai membuka celah kerentanan baru terhadap kejahatan digital karena pengguna cenderung kurang waspada saat beraktivitas dalam kondisi lelah.

Paparan tersebut juga mengungkapkan, sebanyak 87 persen kasus penipuan digital terjadi melalui aplikasi pesan instan WhatsApp, sementara 64 persen lainnya melalui sambungan telepon. Angka ini menunjukkan kanal komunikasi personal masih menjadi target utama pelaku kejahatan siber.

Melihat tren tersebut, IOH mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama Ramadan dengan tidak mudah membagikan data pribadi, menghindari klik tautan mencurigakan, serta melakukan verifikasi atas setiap informasi atau penawaran yang diterima melalui pesan maupun telepon.

Peningkatan literasi digital dinilai menjadi kunci untuk menekan potensi kerugian akibat penipuan daring, terutama di momen Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas dan transaksi digital masyarakat.

Berita Pilihan :  50 Anak Yatim Diajak Bermain dan Belanja di Palu Grand Mall

Pos terkait