Sektor Energi Dominasi Emisi, Industri dan Pertambangan Sumbang 94 Persen

  • Whatsapp
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Arfan memaparkan profil emisi gas rumah kaca (GRK), dalam konsultasi publik dokumen rencana aksi daerah gas rumah kaca Sulteng. Senin (6/04/2026). Foto:Indra

PALU,BULLETIN.ID  — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Arfan memaparkan profil emisi gas rumah kaca (GRK),  dalam konsultasi publik dokumen rencana aksi daerah gas rumah kaca Sulteng. Senin (6/04/2026)

Paparan tersebut menegaskan dominasi sektor energi sebagai penyumbang utama emisi, sekaligus menyoroti target ambisius penurunan intensitas emisi hingga 2029.

Arfan memaparkan berdasarkan data inventarisasi emisi periode 2019–2023 melalui aplikasi SIGN SMART, total emisi GRK Sulawesi Tengah pada 2023 tercatat sebesar 47.091 GgCO₂eq, dengan emisi netto mencapai 31.343 GgCO₂eq. Sementara itu, sektor kehutanan memberikan kontribusi serapan sebesar 15.747 GgCO₂eq, yang membantu menekan total emisi secara keseluruhan.

Arfan juga menyebut, sektor energi termasuk industri dan pertambangan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 94 persen dari total emisi. 

“Tren ini menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari aktivitas industri ekstraktif yang berkembang pesat di wilayah tersebut” Kata Arfan.

Selain sektor energi, emisi juga berasal dari sektor pertanian dan limbah, meskipun kontribusinya relatif lebih kecil. Di sisi lain, sektor kehutanan tetap berperan penting sebagai penyerap karbon, meski mengalami penurunan kapasitas serapan.

Pemerintah daerah menargetkan penurunan intensitas emisi GRK secara bertahap, yakni 72,47 persen pada 2025, meningkat menjadi 81,30 persen pada 2029. Target ini menjadi bagian dari arah kebijakan perubahan iklim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam menekan emisi, termasuk melalui transisi energi bersih, efisiensi industri, serta penguatan program rehabilitasi hutan.

Berita Pilihan :  Taat Bayar Pajak, BTIIG Raih Penghargaan Gubernur di HUT Sulteng ke-62

Dengan tantangan tingginya emisi dari sektor energi, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan pembangunan ekonomi tetap berjalan seiring dengan komitmen terhadap pengendalian perubahan iklim.***

Pos terkait