JAKARTA, BULLETIN – Peringatan Tsunami Gempa Flores Berakhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi, setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan pascagempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah observasi intensif menunjukkan kondisi laut telah aman. Observasi dilakukan selama sekitar dua jam sejak kejadian gempa mengguncang Flores.
“Dari hasil observasi BMKG di wilayah laut terdampak tidak ada lagi kenaikan air laut yang signifikan dan membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB,” kata Nelly Florida Riama dalam jumpa pers, Sabtu pagi dikutip dari tirtoid
Nelly menegaskan, pemantauan tersebut merupakan dasar utama bagi BMKG untuk meyakinkan masyarakat bahwa potensi tsunami telah mereda sepenuhnya. Hasil observasi menjadi bukti tidak adanya ancaman lebih lanjut.
Meskipun Peringatan Tsunami Gempa Flores Berakhir, BMKG tetap akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah NTT. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
BMKG mengimbau publik agar tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Setiap perkembangan terkait gempa dan potensi tsunami wajib diperoleh melalui kanal resmi BMKG guna menghindari kepanikan.
“Diharapkan masyarakat hanya mengakses informasi dari saluran resmi BMKG,” ujar Nelly, mengingatkan pentingnya sumber informasi yang valid terkait Peringatan Tsunami Gempa Flores Berakhir.






