Kekeringan Meluas di Parigi Moutong, 1.400 Hektare Pertanian Terdampak

  • Whatsapp
kekeringan Parigi Moutong
Kekeringan Meluas di Parigi Moutong, 1.400 Hektare Pertanian Terdampak (Foto: BPBD)

PARIGI MOUTONG,BULLETIN.ID  — Kekeringan melanda sedikitnya sembilan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut telah menyebabkan penurunan debit sumber air dan mengancam sektor pertanian serta perkebunan dengan total luas sekitar 1.400 hektare.

Informasi tersebut dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulawesi Tengah bersama Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Parigi Moutong pada Jumat, 21 Agustus 2026.

BPBD  mencatat, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu dan Tomini. Di Kecamatan Mepanga, kekeringan melanda Desa Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung dan Ogotion.

Sementara di Kecamatan Bolano Lambunu, wilayah terdampak berada di Desa Anutapura. Adapun di Kecamatan Tomini, kekeringan dilaporkan terjadi di Desa Ambesia Barat. Kondisi tersebut dipicu tidak turunnya hujan sejak pertengahan Juni 2026. Memasuki Agustus, ketersediaan air di sejumlah wilayah terus menurun hingga berdampak pada kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling merasakan dampak kekeringan. Berdasarkan hasil pendataan awal BPBD, luas lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai sekitar 1.400 hektare. Rinciannya, sawah di Desa Kotaraya Induk terdampak sekitar 100 hektare. Luasan serupa tercatat di Kotaraya Barat dan Kotaraya Tenggara.

Dampak lebih besar terjadi di Desa Kotaraya Timur dengan luas sawah sekitar 400 hektare. Sementara sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Kotaraya Selatan terancam mengalami gagal panen.

Di Desa Ogotion, lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai 400 hektare. Sementara itu, sektor perkebunan di Desa Anutapura terdampak sekitar 80 hektare dan Desa Ambesia Barat sekitar 20 hektare.

Data tersebut merupakan hasil assessment awal dan masih dapat berkembang seiring proses pemantauan kondisi di lapangan.Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan sektor pertanian. Ketersediaan air bersih bagi masyarakat juga mulai menjadi persoalan.

Berita Pilihan :  Bansos Tahap 3 Cair Bertahap, Cek Status Penerima Kini Lebih Mudah

Di Desa Kayu Agung, dua kepala keluarga dilaporkan membutuhkan pasokan air bersih. BPBD juga mencatat debit sumber air utama di desa tersebut kini hanya tersisa sekitar 25 persen dari kondisi normal.

Penurunan debit tersebut membuat pasokan air kepada masyarakat tidak lagi maksimal. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi pada sejumlah sumber air di wilayah terdampak lainnya.

Meski demikian, hingga laporan diterima, belum terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kekeringan.

BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan sejumlah langkah awal untuk menangani kondisi tersebut. Tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi, berkoordinasi dengan aparat desa serta melaksanakan assessment atau kaji cepat untuk mengetahui perkembangan dampak kekeringan.

Sejumlah kebutuhan mendesak juga telah diidentifikasi, antara lain alat dan kendaraan untuk distribusi air (alkon), pembangunan sumur bor serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Kondisi kekeringan masih berlangsung hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Karena itu, pemantauan terhadap debit sumber air dan kondisi lahan pertanian menjadi penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Meluasnya dampak hingga sekitar 1.400 hektare menunjukkan bahwa kekeringan di Parigi Moutong bukan hanya persoalan ketersediaan air untuk rumah tangga, tetapi juga mulai memberikan tekanan terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

BPBD Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan ke wilayah lainnya.

Pos terkait