Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Letusan Capai 800 Meter

  • Whatsapp
Gunung Semeru Erupsi
ILUSTRASI /PIXELS

LUMAJANG, BULLETIN – Gunung Semeru erupsi pada Jumat (21/8/2026) pagi, dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Letusan ini terjadi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menandakan aktivitas vulkanik yang berkelanjutan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 06.20 WIB. Kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl), menunjukkan intensitas erupsi yang cukup signifikan dari Gunung Semeru erupsi ini.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut,” kata Liswanto, dikutip dari Antara. 

Secara visual, kolom abu vulkanik yang keluar dari kawah teramati berwarna putih hingga kelabu. Intensitas abu vulkanik yang dikeluarkan saat Gunung Semeru erupsi ini tergolong sedang, namun tetap memerlukan kewaspadaan.

Arah sebaran kolom abu teramati bergerak ke barat daya, mengikuti kondisi angin saat erupsi berlangsung. Pergerakan abu vulkanik ini penting untuk diperhatikan oleh masyarakat sekitar area terdampak akibat Gunung Semeru erupsi.

Erupsi ini menjadi bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih perlu dipantau secara berkelanjutan. Masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan gunung diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan instansi terkait, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemantauan aktivitas Gunung Semeru penting dilakukan mengingat perubahan tinggi kolom erupsi maupun arah sebaran material vulkanik dapat terjadi sewaktu-waktu. Dinamika aktivitas gunung api dan kondisi atmosfer dapat memengaruhi pola erupsi Gunung Semeru erupsi.

Berita Pilihan :  Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Tersedia

Informasi mengenai status aktivitas, potensi bahaya, serta batas aman kawasan Gunung Semeru perlu menjadi rujukan utama masyarakat. Hal ini penting untuk menghindari risiko akibat aktivitas erupsi dan menjaga keselamatan warga sekitar.

Pos terkait