City Berpeluang Untung dari Reijnders, Tawaran Martinelli Justru Bikin Arsenal Bimbang

  • Whatsapp
Manchester City untung jual Reijnders
Tijjani Reijnders (Foto: Captured IG).

LONDON, BULLETIN – Manchester City berpotensi meraup keuntungan signifikan dari penjualan gelandang Tijjani Reijnders ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah. Penjualan Reijnders ini menjadi sorotan karena Manchester City untung jual Reijnders, sementara rivalnya, Arsenal, justru menghadapi masalah dalam melepas pemain dengan harga yang diinginkan.

Manchester City dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk transfer Reijnders dengan nilai fantastis, mencapai £51 juta. Jika terealisasi, ini merupakan langkah bisnis cerdas bagi Manchester City karena mereka mendatangkan Reijnders dari AC Milan seharga £46,3 juta pada musim panas lalu. Keuntungan dari penjualan Reijnders ini menunjukkan strategi transfer yang efektif dari Manchester City.

Al-Qadsiah menjadi peminat serius setelah Reijnders sebelumnya dikaitkan dengan Nottingham Forest dan Atletico Madrid. Kemampuan Manchester City untuk mengelola aset pemainnya dengan baik, bahkan bagi pemain yang belum sepenuhnya bersinar, patut diacungi jempol. Ini membuat Manchester City untung jual Reijnders, sekaligus memberi pelajaran penting bagi klub lain.

Situasi ini kontras dengan apa yang dialami Arsenal. Klub London Utara tersebut kerap kesulitan memaksimalkan nilai jual pemainnya, terutama ketika ingin mendapatkan tawaran yang tinggi. Arsenal, misalnya, baru-baru ini menerima tawaran £38,5 juta dari Galatasaray untuk Gabriel Martinelli, namun mereka mengharapkan nilai yang lebih tinggi.

Minat yang kurang terhadap Martinelli membuat Arsenal berpotensi kesulitan mencapai harga yang diharapkan. Rekor penjualan pemain termahal Arsenal masih dipegang Alex Oxlade-Chamberlain yang pindah ke Liverpool pada 2017 dengan nilai £35 juta. Kondisi ini menyoroti bagaimana Manchester City untung jual Reijnders, sedangkan Arsenal tertinggal dalam aspek ini.

Berita Pilihan :  Timnas Indonesia Bersiap di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Tiga Laga Grup A

Selain Martinelli, pemain muda Ethan Nwaneri juga menarik perhatian, namun nilai jualnya terpengaruh oleh masa peminjaman yang kurang impresif di Marseille. Tantangan ini membuat Arsenal harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola dan menjual aset pemain, meniru kesuksesan Manchester City yang untung jual Reijnders.

Perbandingan ini menunjukkan pentingnya strategi transfer yang komprehensif, tidak hanya dalam membeli pemain berkualitas, tetapi juga dalam membangun nilai pasar dan menjualnya pada waktu yang tepat. Manchester City untung jual Reijnders adalah bukti dari strategi tersebut, yang seharusnya menjadi acuan bagi Arsenal untuk dapat bersaing secara finansial di bursa transfer global.

Pos terkait