PALU, BULLETIN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kakanwil Ditjenpas Sulteng), Herman Mulawarman, resmi melantik tujuh pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulteng pada Kamis, 13/08/2026. Pelantikan Kakanwil Ditjenpas Sulteng ini bertujuan untuk memperkuat kinerja organisasi dan memastikan efektivitas roda pemasyarakatan di seluruh satuan kerja.
Tujuh pejabat yang dilantik oleh Kakanwil Ditjenpas Sulteng antara lain Andar Saenur Warikas sebagai Kepala Lapas Kelas III Parigi, Mohamad Rifki sebagai Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Palu, serta Syarief Hidayatullah dan Abdul Munir Rumbruren sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Bapas Kelas I Palu. Selanjutnya, Zaki Difa Taqiyuddin menjadi Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama pada Lapas Kelas III Parigi, Afif Makki sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama pada Lapas Kelas III Kolonodale, dan Willy Wilara sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama pada Rutan Kelas IIB Donggala. Pelantikan oleh Kakanwil Ditjenpas Sulteng ini diharapkan membawa penyegaran positif.
Herman Mulawarman menjelaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi adalah dinamika organisasi yang penting untuk menjaga kesinambungan kinerja serta pengembangan karier pegawai. Penempatan pejabat, menurut Kakanwil Ditjenpas Sulteng, adalah bentuk kepercayaan pimpinan yang wajib dijawab dengan tanggung jawab dan kinerja yang nyata.
“Rotasi, mutasi, dan promosi merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan. Kepercayaan ini harus dijawab dengan integritas, tanggung jawab, dan kinerja terbaik,” kata Herman.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan serah terima tugas dari Plt. Kepala Lapas Kelas III Parigi, I Wayan Widana, kepada pejabat baru, Andar Saenur Warikas. Kakanwil Ditjenpas Sulteng menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kepemimpinan I Wayan Widana selama menjalankan amanah, terutama dalam menjaga tata kelola dan kondisi Lapas Parigi tetap kondusif selama masa transisi.
“Terima kasih atas kerja keras, kepemimpinan, dan pengabdian yang telah diberikan. Selama proses transisi kepemimpinan, tata kelola dan kondusivitas di Lapas Parigi dapat berjalan dengan sangat baik. Ini merupakan fondasi yang harus dilanjutkan oleh pejabat berikutnya,” ujar Herman.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Herman, selaku Kakanwil Ditjenpas Sulteng, menginstruksikan untuk segera melakukan konsolidasi internal, memahami karakteristik wilayah kerja, dan membangun komunikasi efektif dengan seluruh jajaran. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Sinergi ini krusial untuk implementasi visi Kakanwil Ditjenpas Sulteng.
“Segera lakukan konsolidasi, pahami karakteristik wilayah kerja, dan jangan bekerja sendiri. Perkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat. Pastikan kehadiran pemasyarakatan memberikan manfaat dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pinta Herman.
Andar Saenur Warikas menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas III Parigi dengan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun sebelumnya. Ia berkomitmen memperkuat koordinasi internal dan eksternal demi optimalisasi pelaksanaan tugas di Lapas Parigi. Komitmen ini selaras dengan arahan Kakanwil Ditjenpas Sulteng.
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab yang harus saya jawab dengan dedikasi dan kerja nyata. Saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, menjaga keteladanan, serta memperkuat dukungan dan kekompakan seluruh jajaran untuk bersama-sama meningkatkan kinerja Lapas Parigi,” ungkap Andar.
Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Sulteng untuk menjaga ritme organisasi tetap dinamis dan responsif. Kakanwil Ditjenpas Sulteng berharap para pejabat baru mampu membawa energi positif, memperkuat kekompakan tim, dan menerjemahkan kepercayaan yang diberikan menjadi pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.






