Gubernur Anwar Hafid: TMMD Bukti Nyata TNI Bersama Pemerintah Bangun Desa

  • Whatsapp
TMMD Morowali
Gubernur Anwar Hafid: TMMD Bukti Nyata TNI Bersama Pemerintah Bangun Desa. (Foto: IST)

MOROWALI, BULLETIN – Kehadiran TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 menjadi bukti nyata sinergi bersama pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Morowali.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XIII/Merdeka, Kodim 1311/Morowali, yang dipusatkan di Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Jumat (14/08/2026).

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun wilayah dari tingkat desa. Program TMMD Morowali ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XIII/Merdeka, yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Sulawesi Tengah, termasuk di wilayah kepulauan melalui TMMD Morowali.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui TMMD Morowali memiliki arti penting bagi masyarakat Umbele, terutama dalam membuka akses dan mempersiapkan wilayah tersebut menuju pengembangan sebagai pusat pemerintahan kecamatan.

“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan. Karena itu, tinggal menunggu kemampuan dan kesiapan kita. Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” kata Gubernur.

Gubernur menilai pembangunan akses jalan yang dilakukan melalui program TMMD menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kawasan Umbele. Infrastruktur tersebut diharapkan membuka konektivitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wilayah ke depan. Keberhasilan TMMD Morowali ini sangat krusial.

“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Kodam XIII/Merdeka yang meskipun baru berusia satu tahun, telah menunjukkan peran nyata dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah. Program TMMD Morowali adalah salah satu buktinya.

“Walaupun usia Kodam XIII/Merdeka masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.

Berita Pilihan :  Perkimtan Sulteng Percepat Pengadaan Tanah untuk Perluasan Bandara Palu

Pelaksanaan TMMD ke-123 berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program TMMD Morowali ini diarahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di desa.

Sejumlah pembangunan dan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemasangan jaringan air bersih dengan penyambungan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau, pembukaan jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton, pembangunan tiga unit MCK, pembangunan tiga ruang terbuka hijau (RTH), rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove. Pembangunan fisik TMMD Morowali ini sangat komprehensif.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, antara lain penyuluhan pencegahan stunting dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Fokus TMMD Morowali juga pada peningkatan kualitas hidup.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

Gubernur kemudian menyerahkan cenderamata atau plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat selama pelaksanaan TMMD Morowali.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XIII/Merdeka Tahun 2026 sebagai penanda pengabdian dan kontribusi TNI dalam pembangunan wilayah.

Gubernur menegaskan, kehadiran langsung pemerintah daerah di wilayah kepulauan merupakan bentuk perhatian dan komitmen untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di desa-desa dan kawasan kepulauan. Ini adalah esensi dari TMMD Morowali.

“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.

Upacara penutupan turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Morowali, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.

Melalui TMMD, semangat “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa di Sulawesi Tengah. Program TMMD Morowali ini menjadi contoh nyata kolaborasi antarpihak.

Pos terkait